PEKANBARU – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Riau sepanjang 2025 mencatatkan surplus yang kuat. Lonjakan ekspor yang signifikan di tengah penurunan impor membuat neraca perdagangan Riau tetap kokoh hingga akhir tahun.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Riau, Fitri Hariyanti, Senin (2/2/2026), menyampaikan bahwa nilai ekspor Riau periode Januari–Desember 2025 mencapai US$21,37 miliar atau meningkat 17,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Nilai ekspor Riau periode Januari–Desember 2025 naik 17,94 persen dibanding periode yang sama tahun 2024, yaitu dari US$18.116,97 juta menjadi US$21.367,18 juta,” ujar Fitri Hariyanti.
Peningkatan kinerja ekspor tersebut terutama ditopang oleh ekspor nonmigas yang tumbuh cukup tinggi. Ekspor nonmigas Riau sepanjang 2025 tercatat sebesar US$20,23 miliar atau meningkat 22,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor migas justru mengalami penurunan sebesar 31,23 persen
Secara bulanan, ekspor Riau pada Desember 2025 tercatat sebesar US$2,16 miliar, naik 31,99 persen dibandingkan Desember 2024. Ekspor nonmigas pada bulan yang sama juga meningkat tajam menjadi US$2,07 miliar atau naik 40,07 persen secara tahunan.
Dari sisi komoditas, lemak dan minyak hewan/nabati menjadi penyumbang peningkatan terbesar ekspor nonmigas Riau sepanjang Januari–Desember 2025, dengan nilai mencapai US$3.097,75 juta atau tumbuh 35,83 persen. Sebaliknya, penurunan terdalam terjadi pada komoditas ampas dan sisa industri makanan yang turun US$313,15 juta atau 58,92 persen.
Untuk tujuan ekspor, Tiongkok masih menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Riau dengan nilai US$3.459,86 juta, disusul India sebesar US$1.828,24 juta dan Malaysia US$1.385,88 juta. Kontribusi ketiga negara tersebut mencapai 32,99 persen dari total ekspor nonmigas. Selain itu, ekspor ke kawasan ASEAN tercatat sebesar US$3.642,23 juta dan ke Uni Eropa sebesar US$2.293,62 juta.
Sementara itu, dari sisi impor, Riau mencatat penurunan cukup dalam sepanjang 2025. Nilai impor Januari–Desember 2025 tercatat sebesar US$1.638,00 juta atau turun 16,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Nilai impor Riau Januari–Desember 2025 mencapai US$1.638,00 juta atau turun 16,39 persen dibanding periode yang sama tahun 2024,” kata Fitri.
Penurunan impor tersebut terjadi baik pada sektor migas maupun nonmigas. Impor nonmigas turun 16,20 persen menjadi US$1.481,70 juta, sementara impor migas turun 18,07 persen. Pada Desember 2025, nilai impor Riau juga turun 15,58 persen menjadi US$139,15 juta dibandingkan Desember 2024.
Komoditas impor nonmigas yang mengalami penurunan terbesar sepanjang 2025 adalah mesin-mesin atau pesawat mekanik yang turun US$173,49 juta atau 52,68 persen. Sebaliknya, impor pupuk justru mengalami peningkatan tertinggi sebesar US$30,61 juta atau 10,57 persen.
Dengan ekspor yang meningkat tajam dan impor yang menurun, neraca perdagangan Riau sepanjang Januari–Desember 2025 mencatat surplus sekitar US$19,73 miliar. Surplus tersebut terutama ditopang oleh sektor nonmigas yang menjadi tulang punggung perdagangan luar negeri Provinsi Riau.
MEDIACENTER RIAU
