Dalam arahannya, SF Hariyanto menegaskan bahwa beban kerja pejabat yang dilantik tidak ringan. Keterbatasan fiskal akibat rendahnya pendapatan daerah serta kecilnya transfer dari pemerintah pusat menjadi tantangan utama yang harus dijawab dengan kerja keras dan soliditas birokrasi.
“Fiskal kita rendah, dari pusat juga kecil. Tugas kita berat,” ujar SF Hariyanto.
Ia menyampaikan, di tengah keterbatasan anggaran, masyarakat tetap menaruh harapan besar terhadap kinerja pemerintah daerah, terutama pada sektor pelayanan publik dan pengelolaan potensi ekonomi daerah. Karena itu, para pejabat diminta bekerja maksimal dan menjaga kepercayaan publik.
“Banyak masyarakat yang berharap kepada kita. Kewajiban kita berat, apalagi terkait investor, pelayanan PTSP, pertambangan, dan pendapatan daerah,” tegasnya.
SF Hariyanto juga mengingatkan bahwa tantangan fiskal menuntut seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk bekerja lebih keras, efektif, dan saling bersinergi. Ia meminta seluruh pejabat menjaga kekompakan dan menghindari konflik internal yang justru dapat menghambat kinerja pemerintahan.
“Saya minta kawan-kawan bekerja keras siang malam, jaga kekompakan. Jangan bikin ricuh, jangan bikin rusuh. Kerjalah, buatlah penjelasan yang baik kepada masyarakat,” katanya.
Pelantikan tersebut, lanjut SF Hariyanto, merupakan bagian dari upaya penguatan kinerja pemerintahan di tengah kondisi fiskal yang menantang. Ia berharap pejabat yang dilantik mampu mengoptimalkan potensi daerah, meningkatkan pendapatan, serta memperbaiki iklim investasi di Provinsi Riau.
(Mediacenter Riau/bts)
