(Jelajahperistiwa.com) - Seekor burung nuri abu-abu Afrika bernama Nigel membuat pemiliknya terkejut bukan main. Setelah menghilang selama empat tahun, Nigel akhirnya ditemukan kembali. Namun ada satu hal yang berubah drastis: burung yang sebelumnya fasih berbicara dengan aksen Inggris, kini justru lancar berbahasa Spanyol. Kisah unik ini bermula pada tahun 2010 di Torrance, California Selatan. Darren Chick, seorang pria asal Inggris yang tinggal di kawasan tersebut, kehilangan burung nuri kesayangannya. Nigel dikenal sebagai burung yang pandai meniru suara manusia dan memiliki aksen British yang kental—hasil dari kebiasaannya menirukan ucapan sang pemilik.Hari demi hari berlalu tanpa kabar. Minggu berganti bulan, hingga akhirnya tahun-tahun berlalu. Chick pun pasrah dan mengira ia tak akan pernah bertemu lagi dengan Nigel.
Empat tahun kemudian, secercah harapan muncul dari tempat yang tak terduga. Pemilik Happy Tails Dog Spa di Torrance menemukan seekor burung nuri abu-abu Afrika dan berusaha mencari pemiliknya. Namun prosesnya tidak semudah yang dibayangkan.
Upaya awal justru mengarah ke Dr. Teresa Micco, seorang dokter hewan yang juga sedang mencari burung peliharaannya yang hilang, bernama Benjamin. Secara fisik, burung tersebut memang mirip. Namun setelah memeriksa microchip, Micco memastikan bahwa burung itu bukan miliknya. Menariknya, microchip tersebut ternyata pernah dipasang oleh Micco sendiri pada tahun 2006, tetapi tidak pernah didaftarkan secara resmi. Dari sinilah penyelidikan berlanjut, mengandalkan jejak administrasi lama yang nyaris terlupakan.
Petunjuk penting datang dari sebuah toko hewan bernama Animal Lovers di Torrance. Di luar dugaan, toko tersebut masih menyimpan arsip kertas lama berisi nomor gelang yang terpasang di kaki burung. Micco mencoba menghubungi nomor-nomor yang tertera, namun banyak yang sudah tidak aktif. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk mendatangi langsung salah satu alamat.
Saya memperkenalkan diri dan bertanya, ‘Apakah Anda pernah kehilangan burung?’”
Awalnya, sang pemilik menjawab tidak—karena mengira kehilangan yang dimaksud adalah kejadian baru-baru ini. Barulah kemudian ia sadar, burung yang dimaksud adalah Nigel, yang hilang empat tahun sebelumnya. Begitu melihat burung itu, Chick langsung mengenalinya. Ia pun menyadari satu hal yang tak kalah mengejutkan: Nigel kini mengucapkan frasa-frasa dalam bahasa Spanyol.
Cerita Nigel ternyata belum selesai. Sebuah keluarga yang tinggal tak jauh dari sana, keluarga Hernandez-Smith, membaca berita tentang burung tersebut dan akhirnya mengungkap misteri empat tahun kepergian Nigel. Selama ini, burung itu dirawat oleh Ruben Hernandez, pria berusia 86 tahun asal Guatemala yang tinggal bersama keluarga besarnya. Dari lingkungan inilah Nigel—yang oleh keluarga tersebut diberi nama Morgan, terinspirasi dari merek rum Captain Morgan—belajar bahasa Spanyol. “Burung ini punya ikatan yang sangat kuat dengan kakek saya,” ujar Liza Smith, cucu Ruben Hernandez.
KOMPAS.com
Tags
BERITA UTAMA
